Rabu, 23 Februari 2011

MENYELIDIKI KEPOLARAN BERBAGAI SENYAWA MOLEKUL

A. Tujuan
Mengetahui berbagai senyawa molekul pada cairan bersifat polar atau nonpolar terhadap  medan listrik

B. Alat dan bahan
Gelas kimia      Akuades
Buret               Minyak tanah
Statif                Etanol
Corong

C. Cara kerja
  1. Isi buret dengan akuades. Buka keran buret dan dekatkan magnet batang pada cucuran air. Perhatikan apakah cucuran air tertarik magnet atau tidak.
  2. Ganti buret dengan buret yang bersih dan kering. Kemudian ulangi prosedur (1) diatas dengan menggunakan minyak tanah.
  3. Ganti lagi buretnya kemudian ulangi prosedur (1) dengan menggunakan etanol (alkohol).

D. Landasan Teori

Senyawa kovalen adalah senyawa yang terjadi antara unsur-unsur nonlogam dengan unsur-unsur nonlogam melalui penggunaan elektron bersama. Senyawa-senyawa kovalen umumnya memiliki ikatan yang kurang kuat dibandingkan senyawa-senyawa ion. Senyawa-senyawa kovalen juga memiliki titik didih dan titik cair rendah.
Perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetri pada senyawa kovalen mengakibatkan senyawa tersebut memiliki sifat polar. Pada senyawa kovaken polar tejadi pengkutuban, artinya ada bagian yang bersifat lebih negatif dan ada bagian yang bersifat lebih positif. Senyawa kovalen polar memiliki kekuatan ikatan antarmolekul yang kebih besar dibandingkan senyawa kovalen nonpolar. Hal ini juga mengakibatkan senyawa kovalen memiliki titik didih dan tinggi cair yang lebih tinggi.

Suatu ikatan kovalen polar apabila PEI (Pasangan Elektron Ikatan) tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung dua atom, kepolarannya dapat ditentukan dengan mudah.
  • Jika kedua atom itu sejenis, ikatannya pasti nonpolar. Contohnya :H2, Cl2, Br2.
  • Jika kedua atom itu tidak sejenis, ikatannya pasti polar. Contohnya : GCl, HBr, BrCl.
Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung tiga buah atau lebih atom, kepolarannya ditentukan oleh PEB (Pasangan Elektron Bebas) yang dimiliki atom pusat, yaitu yang persis ditengah-tengah molekul.
  • Jika atom pusat tidak mempunyai PEB, maka bentuk molekul itu simetris sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom. Akibatnya molekul tersebut nonpolar.
  • Jika atom pusat mempunyai PEB, maka bentuk molekul itu tidak simetris sehingga PEI tertarik lebih kuat ke atom pusat, akibatnya molekul tersebut polar.
Kegunaan konsep kepolaran ikatan adalah untuk memilih pelarut yang sesuai, jika akan melarutkan suatu zat. Ada tiga jenis gaya tarik menarik dalam proses pelarutan, yaitu :
  • Interaksi P-P : Gaya tarik menarik antara sesama partikel pelarut.
  • Interaksi T-T : Gaya tarik menarik antara sesama partikel terlarut.
  • Interaksi P-T : Gaya tarik menarik antara sesama partikel pelarut dengan partikel terlarut.
Percobaan ini akan menyelidiki kepolaran beberapa senyawa kovalen. Percobaan dilakukan dengan mengucurkan larutan senyawa kovalen dari buret. Pada kucuran didekatkan magnet batang. Karena senyawa kovalen polar memiliki kutub-kutub, maka akan menunjukkan reaksi positif terhadap magnet batang. Kucuran akan membelok mendekati atau menjauhi magnet batang.


E. Hasil Pengamatan



Percobaan ke-
Bahan yang diuji
Tertarik/tidak tertarik
1
Akuades
Tertarik
2
Etanol
Tertarik
3
Minyak tanah
Tidak tertarik




F. Pembahasan

Perbedaan antara ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen polar akan terpolarisasi membentuk muatan parsial. Karena bermuatan, senyawa polar tentu dapat menarik elektron. Medan magnet dan medan listrik mempunyai muatan juga. Sifat itu dapat digunakan untuk menyelidiki kepolaran beberapa senyawa molekul.

Polar artinya kutub, sehingga dapat dikatakan bahwa senyawa-senyawa yang bersifat polar memiliki kutub. Jika didekatkan magnet pada suatu senyawa polar yang mengucur, maka senyawa tersevut akan bereaksi sehingga kucurannya akan mendekati atau menjauhi magnet.

Dalam percobaan ini, dilakukan penyelidikan berbagai senyawa molekul, antara lain :

1) Akuades
Molekul air yang tersusun atas 2 atom H dan 1 atom O merupakan ikatan kovalen polar. Pada saat keran tabung buret dibuka, air mengucur ke dalam gelas kimia dan dikekatkan dengan penggaris plastik yang telah digosok pada rambut kering. Ternyata, membuat aliran air yang semula lurus membelok ke arah medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris. Hal ini membuktikan adanya elektron listrik yang saling tarik-menarik antara air dan penggaris listrik.

2) Etanol
Etanol disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolute atau alkohol saja adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat etanol dialirkan, medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris plastik mengakibatkan pembelokan etanol ke arah medan listrik terebut. Hal ini membuktikan bahwa etanol termasuk ke dalam kovalen polar yang tentu dapat menarik elektron dari penggaris plastik.
 
3) Minyak Tanah

Minyak tanah adalah salah satu jenis cairan yang digunakan sebagai bahan bakar minyak (BBM), terutama pada kompor. Dalam percobaan ini, minyak tanah yang mengalir tidak tertarik ke arah medan listrik yang dihasilkan penggaris plastik. Karena itu, minyak tanah tergolong ke dalam ikatan kovalen bersifat nonpolar yang tidak dapat menarik elektron dari penggaris.


G. Kesimpulan

Suatu larutan dikatakan bersifat polar apabila larutan tersebut tertarik saat didekatkan dengan medan listrik sedangkan suatu larutan dikatakan bersifat non polar apabila larutan tersebut tidak tertarik saat didekatkan dengan medan listrik.

4 komentar: